SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin (Unhas) berkolaborasi meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program pelatihan dan pendampingan bagi sekitar 100 pelaku usaha. Rencana tersebut dibahas dalam audiensi di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Rabu (8/7/2026).

Program pengabdian kepada masyarakat itu menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas akses pasar di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif.

Audiensi dipimpin langsung Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif. Turut mendampingi, Kabag Kerja Sama Andi Besse, Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Nakertrans Syahrul Mubarak, Kabid Pengembangan Perdagangan Disdagrin Irwin Hatibu, Kabid Kemetrologian Disdagrin Munir, serta Analis Hukum Bagian Hukum Pangki Suwito.

Sementara itu, rombongan FEB Unhas dipimpin Dosen Akuntansi, Nadhirah Nagu. Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka Dies Natalis FEB Unhas.

Menurut Nadhirah, materi pelatihan disusun untuk menjawab kebutuhan pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan bisnis saat ini.

"Ada beberapa topik yang akan kami berikan, mulai dari pengembangan bisnis, penentuan segmen pasar, strategi membuat produk lebih menarik, hingga penguatan kapasitas UMKM dalam menghadapi isu perubahan iklim," ujarnya.

Selain strategi pengembangan usaha, peserta juga akan mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), khususnya merek dagang.

Pembahasan tersebut dinilai penting agar produk UMKM memiliki perlindungan hukum yang kuat serta terhindar dari potensi penyalahgunaan oleh pihak lain.

Program ini direncanakan melibatkan sekitar 100 pelaku UMKM di Kabupaten Sidrap. Pelaksanaannya akan dilakukan melalui lima kali pelatihan dan pendampingan sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia pelaku UMKM merupakan faktor penting agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang terus berkembang.

Syaharuddin berharap pelatihan dan pendampingan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para pelaku UMKM, mulai dari peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, hingga terciptanya usaha yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sidrap dan FEB Unhas diharapkan menjadi langkah awal penguatan ekosistem UMKM di daerah. Ke depan, hasil pendampingan akan menjadi tolok ukur keberhasilan program sekaligus membuka peluang kerja sama lanjutan dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. (***)