Perjalanan panjang di dunia birokrasi pemerintahan akhirnya sampai pada garis akhir yang sangat membanggakan bagi salah satu srikandi terbaik Luwu Utara, Nakicah, S.IP.

Nakicah resmi memasuki masa purnabakti awal September nanti. Namun, SK pensiunnya belum lama ini telah diserahkan langsung Bupati Andi Abdullah Rahim kepadanya.

Penyerahan SK pensiun ini diserahkan bersama sejumlah ASN Luwu Utara lainnya yang juga akan memasuki masa purnatugas alias masa pensiun pada awal September nanti.

Bagi mereka yang telah membersamai gerak langkah birokrasinya, nama Nakicah identik dengan sosok perempuan yang dinilai tangguh dalam mengatasi berbagai persoalan. 

Istri Muhammad Asyir Suhaeb ini telah menorehkan rekam jejak yang gemilang selama berproses sebagai ASN, sehingga mengantarkan dirinya menduduki sejumlah jabatan penting. 

Ia pernah dipercaya sebagai Camat Mappedeceng 2007, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Luwu Utara, Plt. Kepala Disdukcapil, hingga Plt. Kepala Dinas PMD Luwu Utara.

Perempuan kelahiran Bone, 11 Agustus 1968 silam ini meninggalkan jejak kepemimpinan yang begitu kuat, cepat, disiplin, akurat, dan terukur dalam mengambil keputusan.

Di mata rekan kerja dan bawahannya, Nakicah dikenal sebagai pejabat perempuan yang selalu menjunjung tinggi disiplin, dan integritas, serta profesional dalam bekerja.

Ketegasannya dalam memimpin tidak perlu diragukan. Ia selalu mengedepankan pola kerja yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat. Sebuah standar kerja yang patut jadi teladan.

 Integritas adalah harga diri seorang pemimpin. Bekerja bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi menghadirkan solusi. Prinsip yang tercermin dari perjalanan kariernya.

Bayangan kenangan bersamanya selalu terlintas yang membawa ingatan saya kembali ke masa-masa awal kepemimpinannya sebagai Camat Mappedeceng pada 2006 silam.

Saya yang kala itu aktif di Bagian Humas, acapkali mendampingi pimpinan melakukan kunjungan kerja ke berbagai kecamatan, sehingga pertemuan dengan camat acapkali terjadi.

Dari sekian banyak momen, ketegasan Ibu Nakicah dalam melayani masyarakat serta merespons berbagai persoalan di lapangan selalu meninggalkan kesan yang mendalam. 

Kini, tugas-tugas beliau sebagai ASN sudah di pengujung masa purnatugas alias pensiun. Namun, pengabdian beliau kepada masyarakat tentu tidak mengenal kata pensiun.

Terima kasih atas segala dedikasi yang telah dicurahkan untuk kemajuan Luwu Utara tercinta ini. Selamat menikmati masa pensiun dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga. 

Jejak langkah dan karier birokrasi yang penuh warna akan senantiasa menjadi kenangan yang tak terlupakan dan akan menginspirasi bagi para Srikandi Luwu Utara lainnya. (LHr)