PINRANG — Penguatan disiplin dan tanggung jawab peserta didik menjadi perhatian MA Biharul Ulum Ma’arif Suppa melalui penyampaian nasihat rutin usai pembacaan Surah Yasin, Jumat (4/9/2026). Pesan tersebut disampaikan Pembina OSIM Fitriah, S.Pd., dengan menekankan pentingnya menghargai waktu serta memahami aturan dan konsekuensi atas setiap pelanggaran tata tertib.
Dalam penyampaiannya, Fitriah mengingatkan peserta didik bahwa menghargai waktu merupakan bagian penting dari kedisiplinan. Sikap tersebut perlu diwujudkan melalui kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku di lingkungan madrasah.
Menurutnya, setiap aturan yang ditetapkan memiliki tujuan untuk menjaga ketertiban sekaligus membentuk sikap bertanggung jawab dalam diri peserta didik.
Sistem Poin untuk Setiap Pelanggaran
Salah satu hal yang disampaikan dalam nasihat tersebut adalah penerapan sistem poin terhadap setiap pelanggaran tata tertib. Sistem ini menjadi instrumen madrasah dalam memberikan konsekuensi atas tindakan yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
Penerapan poin tidak semata-mata diarahkan sebagai bentuk pemberian sanksi. Sistem tersebut juga menjadi sarana agar peserta didik memahami hubungan antara tindakan, aturan, dan konsekuensi yang menyertainya.
Dengan demikian, peserta didik diharapkan tidak hanya mengetahui aturan yang berlaku, tetapi juga memahami alasan pentingnya menaati aturan serta bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan.
Mendorong Karakter Bertanggung Jawab
Penguatan tata tertib tersebut memiliki keterkaitan dengan upaya madrasah membentuk karakter peserta didik. Kedisiplinan tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dengan kemampuan seseorang mengendalikan diri dan menjalankan kewajibannya secara bertanggung jawab.
Pemahaman terhadap sistem poin diharapkan dapat membantu peserta didik melihat aturan secara lebih proporsional. Konsekuensi yang diberikan atas pelanggaran menjadi bagian dari proses pembelajaran agar peserta didik dapat mengevaluasi tindakan dan memperbaiki perilakunya.
Kepala MA Biharul Ulum Ma’arif Suppa Arifuddin mengatakan aturan yang diterapkan di madrasah tidak hanya berkaitan dengan pemberian konsekuensi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan.
“Aturan yang diterapkan di madrasah bukan hanya untuk memberikan konsekuensi ketika terjadi pelanggaran, tetapi juga menjadi bagian dari proses mendidik peserta didik agar memahami tanggung jawab. Kami ingin mereka belajar menghargai waktu, menaati aturan, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan,” ujar Arifuddin.
Disiplin sebagai Bagian dari Tanggung Jawab
Penyampaian nasihat tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya menghargai waktu, menjaga kedisiplinan, serta menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari warga madrasah.
Melalui penyampaian aturan secara berkala dan penerapan sistem poin, madrasah berupaya membangun pemahaman bahwa kedisiplinan bukan semata-mata soal menghindari konsekuensi atas pelanggaran, melainkan bagian dari tanggung jawab peserta didik dalam menjalankan aturan yang berlaku di lingkungan madrasah.
