MAJENE – Memperkuat kedekatan dengan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan sambang dan patroli keamanan, tetapi juga dengan hadir di tengah aktivitas keagamaan warga. Pendekatan humanis tersebut kembali ditunjukkan Satuan Sat Binmas Polres Majene melalui kegiatan Sambang Keagamaan yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Shalat Dhuha bersama jamaah Masjid Nurul Hidayah, Tanjung Batu Timur, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program “Polisi Bersama Masyarakat”, sekaligus upaya membangun komunikasi yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan keagamaan. Kehadiran personel Sat Binmas di lingkungan masjid diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Melalui momentum kebersamaan tersebut, personel Sat Binmas tidak hanya memperkuat hubungan dengan para jamaah, tetapi juga membuka ruang dialog untuk menyerap informasi, aspirasi, serta berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Komunikasi langsung ini dinilai penting agar potensi gangguan keamanan dapat diketahui lebih awal dan ditangani melalui kerja sama yang baik antara kepolisian dan warga.
Kasat Binmas Polres Majene, AKP Muhammad Irwan, menyampaikan bahwa sambang keagamaan merupakan salah satu langkah untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat, khususnya tokoh agama, pengurus masjid, dan jamaah di wilayah hukum Polres Majene.
Menurutnya, masjid memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat beribadah, melainkan juga sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan.
“Melalui kegiatan Sambang Keagamaan ini, kami ingin terus mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Kami juga berharap terjalin komunikasi dua arah sehingga masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi maupun aspirasi yang berkaitan dengan situasi kamtibmas di lingkungannya,” ujar AKP Muhammad Irwan.
Dalam kesempatan tersebut, Sat Binmas Polres Majene turut menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para jamaah, terutama mengenai bahaya judi daring dan penipuan digital yang semakin beragam modusnya dan berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.
AKP Muhammad Irwan mengingatkan bahwa judi daring bukan hanya dapat menguras harta benda, tetapi juga berisiko memicu persoalan ekonomi dan sosial dalam keluarga. Sementara itu, penipuan digital kerap memanfaatkan kelengahan korban melalui pesan singkat, tautan mencurigakan, telepon palsu, hingga tawaran keuntungan yang tidak masuk akal.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat dan tidak sembarangan mengeklik tautan atau membagikan data pribadi, kode OTP, maupun informasi perbankan kepada pihak yang tidak dikenal. Tetap waspada, karena kelengahan sesaat dapat dimanfaatkan pelaku untuk menguras harta benda korban,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi tindak penipuan atau aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Kesadaran dan keberanian masyarakat untuk memberikan informasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kejahatan sejak dini.
Melalui kegiatan ini, Sat Binmas Polres Majene berharap terbangun kemitraan yang semakin kuat antara Polri dan masyarakat, dengan menjadikan komunikasi, kepedulian, serta partisipasi warga sebagai fondasi utama pemeliharaan keamanan.
Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polres Majene terus mendorong terciptanya lingkungan yang religius, aman, dan harmonis, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk kejahatan konvensional maupun kejahatan digital demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. (*)
