Sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, menghadiri Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur bukan sekadar perjalanan dinas atau agenda organisasi biasa. Ini adalah perjalanan ikhtiar, rihlah ilmiah, sekaligus bentuk ta'zim kita kepada para ulama dan pendiri Nahdlatul Ulama.
Perjalanan menghadiri Muktamar ke-35 NU di Jombang bersama pengurus PCNU Kabupaten Pinrang memberi kesan yang begitu mendalam.
Meskipun sebagian dari kami berangkat dengan julukan khas yang sudah sangat familier di kalangan nahdliyin, yaitu "Romli" (Rombongan Liar), semangat upholding nilai-nilai nahdhiyyah tak sedikit pun surut. Julukan itu justru menjadi simbol kesederhanaan, keikhlasan, dan militansi warga NU yang ingin hadir menjemput keberkahan muktamar, apa pun kondisinya.
Kisah keseruan itu dimulai sejak kami melangkah naik ke KM Dharma Rucitra V di kelas ekonomi tidur. Geladak dan ruang kapal menjadi saksi betapa kuatnya rasa kebersamaan dan kekompakan delegasi dari Pinrang. Tidak ada sekat di antara pengurus, semuanya melebur dalam suasana kekeluargaan yang begitu hangat—saling berbagi makanan, bersenda gurau, hingga berdiskusi santai tentang masa depan jam'iyyah.
Salah satu momen yang paling berkesan dan tak terlupakan terjadi di Kelas Ekonomi Tidur Nomor 1087. Di ruang yang padat dan riuh itu, dinamika menggelitik terjadi. Salah seorang rekan kami yang sedang tertidur lelap tanpa sadar posisinya berhadapan langsung dengan seorang penumpang perempuan di sebelahnya. Kejadian spontan ini langsung ditangkap oleh kamera rekan lain yang tak kalah sigap. Foto tersebut mendadak menjadi "aset" candaan paling berharga sepanjang pelayaran! Tawa renyah pecah di dek kapal, mencairkan segala lelah dan kejenuhan selama perjalanan laut.
Perjalanan dengan kapal laut ini mengajarkan kita bahwa esensi dari ber-NU bukan hanya tentang hasil keputusan muktamar, tetapi tentang proses perjalanan itu sendiri: kebersamaan, saling menjaga, kesederhanaan, dan kegembiraan yang dirasakan bersama.
Muktamar ke-35 NU di Jombang bukan hanya tentang dinamika dan hasil keputusan organisasi, melainkan tentang perjalanan jiwa yang menyatukan hati. Khidmah ini terasa begitu nikmat karena dilalui bersama-sama. KM Dharma Rucitra V dan ranjang nomor 1087 telah menjadi saksi bisu betapa indahnya merawat ukhuwah dalam balutan kesederhanaan dan keceriaan.
Muktamar ke-35 NU di Jombang bukan hanya tentang hasil keputusan organisasi, melainkan tentang perjalanan jiwa y
Terima kasih kepada seluruh jajaran Pengurus PCNU Kabupaten Pinrang dan rekan-rekan "Romli" yang telah mengukir kenangan luar biasa ini. Semoga semangat kebersamaan dan keceriaan dari KM Dharma Rucitra V ini terus membawa keberkahan bagi syiar keagamaan dan kemasyarakatan kita di Kabupaten Pinrang.
Luar biasa, berkesan, dan penuh berkah!
Salam Alumni Jombang 1087
Muhammad Idris Usman

