PINRANG — Kehadiran Pendeta Adrian Maya dari Gereja Pantekosta dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Sanggar Iqro Kampung Jaya Timur (KPJT), Selasa (13/10/2026), menjadi gambaran kerukunan lintas agama di Kabupaten Pinrang.
Di tengah suasana religius dan lantunan selawat, kehadiran tokoh agama Kristen tersebut memperlihatkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi masyarakat untuk membangun silaturahmi, saling menghargai, dan menjaga hubungan sosial.
Peringatan Maulid tersebut diikuti para santri Sanggar Iqro KPJT yang terdiri atas kelompok ibu-ibu dan bapak-bapak. Sanggar tersebut berada di bawah binaan Hj. Ummi Hayati, Penyuluh Agama Islam pada Kantor Urusan Agama (KUA) Watang Sawitto.
Kehadiran Pendeta Adrian Maya menjadi salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut. Partisipasinya dalam peringatan hari besar Islam menunjukkan adanya ruang perjumpaan antartokoh agama yang dapat memperkuat komunikasi dan hubungan baik di tengah masyarakat.
Kakan Kemenag Pinrang Tekankan Sinergi Lintas Agama
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, H. Muhammad Idris Usman, yang hadir membawakan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kehidupan yang damai dan harmonis.
Menurutnya, tokoh agama memiliki peran penting dalam membimbing masyarakat, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta menjadi teladan dalam membangun hubungan sosial yang dilandasi kepedulian terhadap sesama.
“Tokoh agama harus saling bersinergi. Pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat perlu berjalan bersama dalam memberikan pelayanan, membangun kehidupan yang harmonis, serta menghadirkan kemaslahatan bagi umat,” ungkapnya.
Pesan tersebut menemukan gambaran nyata melalui perjumpaan tokoh agama dalam kegiatan Maulid Sanggar Iqro KPJT. Kehadiran Pendeta Adrian Maya di tengah kegiatan tersebut menjadi bagian dari komunikasi sosial yang dapat memperkuat semangat saling menghormati.
Selain berbicara mengenai kerukunan, H. Muhammad Idris Usman juga mengingatkan pentingnya pendidikan agama sejak usia dini. Menurutnya, keluarga, terutama orang tua, memiliki peran besar dalam membentuk akhlak anak, menanamkan nilai keagamaan, serta membiasakan generasi muda mencintai Al-Qur’an.
Semangat Mengaji Tak Dibatasi Usia
Ketua Sanggar Iqro KPJT, Hj. Syahidah, menyampaikan semangat para anggota sanggar untuk terus mempelajari Al-Qur’an meskipun telah memasuki usia dewasa.
“Usia boleh tua, tapi semangat mengaji tak pernah tua,” ujarnya, disambut antusias para jemaah.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kakan Kemenag Pinrang dan para tamu undangan yang memberikan dukungan terhadap kegiatan sanggar.
Bagi anggota Sanggar Iqro KPJT, Maulid menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperdalam pemahaman agama. Semangat belajar tersebut juga menunjukkan bahwa proses meningkatkan pengetahuan keagamaan dapat berlangsung sepanjang hayat.
Dalam hikmah Maulidnya, H. Muhammad Idris Usman mengajak peserta menjadikan kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam bertutur kata, bersikap, membangun hubungan dengan sesama, dan menebarkan kasih sayang di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan agar peringatan Maulid tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pinrang H. Abdul Rahman Mahmud, Lurah Jaya, Kasi Bimas Islam H. Imran Achmad, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Wahyuddin, serta Kepala KUA Watang Sawitto Amin Hanafi bersama tokoh agama dan masyarakat lainnya.
Pertemuan lintas agama dalam kegiatan tersebut menjadi pesan sosial bahwa kerukunan dapat dibangun melalui komunikasi, silaturahmi, dan sikap saling menghormati.
Dari Sanggar Iqro Kampung Jaya Timur, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, tetapi juga menghadirkan ruang perjumpaan yang memperkokoh toleransi dan persaudaraan di tengah masyarakat Pinrang. (***)
