Luwu Utara – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu Utara terus menggenjot sosialisasi penggunaan Sistem Informasi Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (SIMATA).
Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh ASN mampu memahami, memutakhirkan data, serta mendukung penuh penerapan sistem merit dalam pengembangan karier yang objektif dan terintegrasi.
SIMATA adalah platform terpadu yang diluncurkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mengidentifikasi, mengelola, memetakan, dan mengembangkan talenta ASN secara nasional.
Analis SDM Aparatur Ahli Madya BKPSDM Luwu Utara, Adam Satriawan, menjelaskan bahwa kehadiran SIMATA menandai perubahan paradigma manajemen ASN dari cara manual menuju era digital seiring berlakunya Undang Undang Nomor 20 Tahun 2023.
“Kalau dahulu kita masih bikin SKP dan DP3 pakai excel, nah, sekarang semua sudah berbasis digitalisasi. Mulai dari perencanaan, pengadaan, pengembangan kompetensi, hingga manajemen talenta,” tutur Adam saat menyosialisasikan SIMATA di Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata belum lama ini.
“Kita di Luwu Utara bahkan sudah diberi izin oleh BKN untuk menggunakan manajemen talenta sebagai basis data untuk pengisian atau penjenjangan pada prosesi jabatan,” sambungnya.
Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi ini adalah tindak lanjut atas arahan langsung Bupati agar BKPSDM bergerak cepat melakukan pendampingan kepada seluruh perangkat daerah.
Sosialisasi yang berlangsung di Kantor Disporapar tersebut disambut baik jajaran pimpinan dan pegawai setempat. Plt. Kepala Disporapar, Saleh, menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap langkah digitalisasi manajemen kepegawaian ini.
Ia menegaskan bahwa pihaknya siap menginstruksikan seluruh pegawai di lingkungan Disporapar untuk segera memutakhirkan data diri mereka pada platform SIMATA.
“Kami sangat menyambut baik sosialisasi ini. Transformasi digital melalui SIMATA adalah sebuah keniscayaan yang harus didukung bersama,” terangnya.
Ia juga berkomitmen mendorong seluruh ASN lingkup Disporapar agar proaktif memperbarui data mereka, sehingga penjenjangan karier dan pengembangan kompetensi ke depan dapat berjalan transparan, objektif, dan tepat sasaran
Dengan penerapan SIMATA secara nasional diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam birokrasi pemerintahan melalui tiga dampak positif utama, yaitu data akurat, talenta tepat, dan karier berdampak.
Dengan data yang akurat, maka informasi kepegawaian dapat tersaji secara terpusat, valid, serta mutakhir. Dengan talenta tepat, maka pemetaan kompetensi dan kinerja ASN dapat lebih terukur dan sesuai kebutuhan organisasi.
Dengan karier berdampak, maka penjenjangan dan pengembangan karier ASN dapat berjalan objektif guna mewujudkan birokrasi yang berdampak nyata bagi masyarakat demi Indonesia yang lebih maju, adaptif, dan profesional. (LHr)
