MAJENE – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan jajaran Polres Majene. Kali ini, Satuan Samapta Polres Majene menggelar patroli jalan kaki dengan menyasar sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi terjadinya tindak kriminalitas dan aksi premanisme di wilayah Kota Majene, Senin (28/9/2026).
Patroli tersebut menyasar sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari tempat keramaian, kawasan sekolah hingga pusat perbelanjaan. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran patroli yakni Pasar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Majene.
Dengan berjalan menyusuri kawasan aktivitas warga, personel Samapta tidak hanya melakukan pemantauan situasi keamanan, tetapi juga membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Pedagang dan warga yang ditemui diajak berdialog sekaligus diberikan imbauan agar bersama-sama menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, personel mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya aksi kriminalitas, premanisme maupun gangguan keamanan lainnya.
Bripka Miftahul Khair, S.H., M.H., yang memimpin patroli mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas sekaligus mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.
“Patroli ini tidak hanya untuk memantau situasi, tetapi juga menjadi sarana untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Kami mengajak warga bersama-sama menjaga keamanan dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan adanya tindak kejahatan atau gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran personel di tengah aktivitas masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah munculnya peluang bagi pelaku kejahatan.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitasnya. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran serta seluruh masyarakat,” tambahnya.
Patroli jalan kaki tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polres Majene mengedepankan pendekatan preventif dan humanis dalam menjaga kondusifitas wilayah, khususnya pada kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. (*)
