Sebuah tonggak sejarah selalu bermula dari keberanian untuk mengambil langkah pertama. Pada periode 1999/2000, di usia yang masih sangat belia, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo mengambil langkah besar dengan membentuk Himpunan Mahasiswa Agronomi (Himagro).
Himagro terbentuk saat usia Unanda baru satu tahun. Sebagai mahasiswa pertama Unanda kala itu, saya menjadi salah satu saksi bersejarah, bagaimana Himagro Faperta mengawali perjalanan organisasinya dengan segala keterbatasan. Inilah tonggak paling penting dalam karier organisasi saya di dunia kampus.
Sebagai mahasiswa pertama, puluhan mahasiswa Fakultas Pertanian Unanda memberikan saya kepercayaan memegang mandat bersejarah sebagai Ketua Himagro dalam sebuah musyawarah yang demokratis. Perjalanan tersebut menyimpan memori mendalam. Mengingat struktur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) belum eksis di lingkup fakultas kala itu.
Praktis, Himagro hadir sebagai pionir, perintis, jangkar, sekaligus cikal bakal yang meletakkan batu pertama tradisi berorganisasi di Faperta Unanda. Hingga hari ini, jejak sejarah itu masih terawat rapi di Kantor Faperta Unanda. Di mana potret wajah saya terpajang berdampingan dengan para Ketua BEM dari masa ke masa.
Ini merupakan bentuk penghormatan, karena kampus menghargai sejarah. Merawat fondasi awal yang telah dibangun bersama dengan rekan-rekan seperjuangan dulu. Tak terasa, waktu berjalan begitu sangat cepat. Pada Jumat, 4 September 2026, Faperta Unanda dengan penuh kebanggaan memperingati Milad XVIII BEM Faperta Unanda.
18 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam rentang hampir dua dekade tersebut, sebuah fase transformasi fundamental terjadi. BEM Faperta Unanda hari ini telah bertransformasi menjadi sebuah institusi organisasi yang kokoh, adaptif, dan terus menancapkan eksistensinya di tengah arus perubahan zaman yang kian masif.
Melihat perjalanan panjang dari sudut pandang seorang pionir, Milad ke-18 tahun ini saya maknai sebagai momentum penting untuk meneguhkan kembali etos kerja mahasiswa Faperta Unanda. Ini merupakan panggung pembuktian bahwa BEM Faperta Unanda tetap konsisten menjalankan fungsinya sebagai kawah candradimuka, sebuah wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kapasitas intelektual, merawat kesolidan, dan merajut kekompakan.
Lebih dari sekadar organisasi kemahasiswaan, BEM Faperta Unanda kini telah membuktikan diri sebagai rahim kepemimpinan yang kelak akan melahirkan figur-figur tangguh yang dapat menjadi andalan almamater di panggung kepemimpinan negeri ini. Bukan sebagai penonton, melainkan sebagai pelaku yang turut berkontribusi dalam pembangunan negeri ini.
Di usianya yang sudah dewasa, Faperta Unanda dan BEM-nya akan terus berdiri sebagai salah satu episentrum dalam mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang siap merawat bumi, menjaga almamater, dan memberikan sumbangsih nyata di tengah-tengah masyarakat. (LHR)
