PAREPARE -  Memasuki minggu ketiga pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan terus mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak dibuka, warga tampak memadati lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, Kamis (06/08/2026)

Program yang digelar sebagai bentuk kepedulian Brimob Polda Sulsel terhadap masyarakat ini menyediakan berbagai bahan pangan, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, tepung terigu, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang terjangkau.

Antusiasme warga tetap tinggi memasuki pekan ketiga pelaksanaan. Sejak pagi hari, masyarakat mulai berdatangan untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga sekaligus memanfaatkan program yang dinilai mampu membantu mengurangi pengeluaran keluarga.

Komandan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel, Kompol Dr. Ramli mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

"Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas harga pangan. Antusiasme masyarakat yang terus meningkat hingga memasuki minggu ketiga menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik," ujarnya.

Selain membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan pengendalian inflasi, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.

Warga yang hadir mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Mereka berharap Gerakan Pangan Murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di tengah kebutuhan bahan pokok yang terus meningkat.

Gerakan Pangan Murah yang digelar Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel menjadi salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat melalui pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan. (***)