PAREPARE — Pemanfaatan limbah pertanian menjadi material konstruksi mendapat perhatian Pemerintah Kota Parepare setelah Universitas Hasanuddin (Unhas) mendiseminasikan produk inovasi tersebut dalam bentuk jalan rabat beton.

Wali Kota Parepare Tasming Hamid mengapresiasi inovasi tersebut, tetapi meminta penerapan material, khususnya untuk infrastruktur publik, tetap didukung pengujian mutu dan kajian teknis yang memadai.

Hal itu disampaikan Tasming saat menghadiri Peresmian Jalan Rabat Beton Hasil Diseminasi Produk Inovasi dari Pemanfaatan Limbah Pertanian di Ruang Pola Kantor Sekretariat Daerah Kota Parepare, Kamis (15/10/2026).

Tasming hadir didampingi Sekretaris Daerah Kota Parepare Amarun Agung Hamka dan sejumlah pejabat terkait. Dari Unhas, hadir Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Prof. Muhammad Nasrun Massi.

Menurut Tasming, inovasi tersebut menunjukkan bahwa limbah pertanian yang selama ini menjadi bahan sisa dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi memberikan nilai ekonomi.

Inovasi Limbah Pertanian Perlu Didukung Pengujian

Tasming mengatakan pengembangan mortar komposit dan biofertilizer atau pupuk hayati merupakan langkah yang dapat mendorong pemanfaatan limbah pertanian secara lebih produktif.

Mortar komposit berpotensi dikembangkan sebagai material konstruksi yang lebih ramah lingkungan. Sementara biofertilizer berpotensi mendukung produktivitas sektor pertanian.

“Atas nama Pemerintah Kota Parepare, saya menyampaikan apresiasi kepada Universitas Hasanuddin dan seluruh tim peneliti atas upaya menghadirkan inovasi yang berpotensi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Tasming.

Namun, ia menegaskan bahwa inovasi yang akan diterapkan untuk pembangunan infrastruktur harus melalui tahapan pengujian dan kajian yang memadai.

“Saya berharap hasil penelitian ini terus dikembangkan melalui pengujian mutu, pemenuhan standar teknis, serta kajian kelayakan dan manfaat ekonominya. Khusus untuk penerapan mortar pada jalan rabat beton, aspek kekuatan, ketahanan, dan keamanan harus dipastikan sebelum penggunaannya diperluas,” jelasnya.

Kolaborasi untuk Perluas Manfaat Inovasi

Tasming juga mendorong agar kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat.

Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan agar hasil penelitian tidak berhenti pada tahap prototipe atau uji coba, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki manfaat terukur bagi masyarakat.

“Kita berharap kerja sama seperti ini dapat terus dikembangkan untuk mendukung pembangunan yang ramah lingkungan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan meningkatkan kualitas hidup,” tandasnya.

Bagi Pemerintah Kota Parepare, pengembangan inovasi berbasis potensi lokal sejalan dengan kebutuhan pembangunan yang efisien dan berkelanjutan. Namun, penerapannya tetap perlu mengedepankan standar mutu, keamanan, serta kelayakan teknis dan ekonomi.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemkot Parepare berharap inovasi pemanfaatan limbah pertanian dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. (*)