POLEWALI MANDAR, WartaMadani — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat Dr. H. Adnan Nota, M.A., melantik Laupa, S.Ag., M.Pd.I., sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (18/9/2026).
Pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 059524/SJ/B.II/KP.07.6/09/2026.
Laupa sebelumnya menjabat sebagai Penyelenggara Zakat dan Wakaf pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar. Ia kini mendapat amanah memimpin Kantor Kemenag Polewali Mandar sebagai pejabat definitif.
Kakanwil Tekankan Integritas Jabatan
Dalam sambutannya, Adnan menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi baru maupun fasilitas, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab.
“Jabatan itu tidak lekat dengan fasilitas kemewahan. Jabatan tidak lekat dengan bagaimana mengumpulkan sebanyak-banyaknya unsur keduniawian,” tegas Adnan.
Ia juga menegaskan tidak boleh ada transaksi dalam proses mendapatkan jabatan. Menurutnya, jabatan harus diperoleh dan dijalankan tanpa praktik pembayaran atau kepentingan pribadi.
“Saya selalu bilang, tidak boleh ada yang dapat jabatan hari ini ada bayar-bayar. Jangankan lima rupiah, satu sen saja saya haramkan itu sampai ke kantong saya,” tegasnya.
Adnan mengatakan proses penetapan Kepala Kemenag Polewali Mandar berlangsung cukup panjang karena bertepatan dengan masa transisi mekanisme pengisian jabatan menuju manajemen talenta.
Menurutnya, mekanisme tersebut diarahkan untuk membuat proses pengisian jabatan semakin objektif dan mengurangi ruang subjektivitas dalam birokrasi.
Laupa Didorong Perkuat Zona Integritas
Kepada Laupa, Adnan memberikan pekerjaan rumah untuk memperkuat agenda Zona Integritas dan Reformasi Birokrasi di lingkungan Kemenag Polewali Mandar.
Ia menargetkan Kemenag Polewali Mandar dapat mendorong pembangunan Zona Integritas hingga tahapan penilaian internal serta bergerak menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Adnan menilai Kemenag Polewali Mandar memiliki modal sumber daya manusia yang cukup kuat. Karena itu, ia meminta pimpinan baru membangun soliditas tim, konektivitas antarelemen, serta kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh jajaran.
“Bangun soliditas, bangun konektivitas dengan teman-teman, dan banyak menggunakan hati dalam kepemimpinan,” pesan Adnan kepada Laupa.
Selain integritas, Adnan meminta pengelolaan administrasi dan keuangan dilakukan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Ia juga mengingatkan agar praktik gratifikasi maupun pungutan yang tidak sesuai ketentuan ditinggalkan.
“Pengelolaan administrasi, pengelolaan keuangan, minta tolong ini dikelola secara profesional, dikelola secara bertanggung jawab,” pesannya.
Kesempatan ASN Berkembang
Adnan juga mengingatkan bahwa kesempatan untuk berkembang dan menduduki jabatan terbuka bagi seluruh ASN. Karena itu, pengalaman kerja, penugasan, pengabdian, dan capaian kinerja perlu terdokumentasi dengan baik dalam sistem karier ASN.
“Semua teman-teman punya potensi untuk jadi pimpinan hari ini. Semua punya potensi,” katanya.
Namun, menurut Adnan, kompetensi bukan satu-satunya ukuran. Integritas, moralitas, kemampuan bekerja sama, dan rekam jejak kinerja juga menjadi bagian penting dalam menilai kelayakan ASN untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar.
Pada kesempatan tersebut, Adnan juga menyampaikan apresiasi kepada Haris Nawawi yang telah menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kemenag Polewali Mandar selama masa transisi menuju hadirnya pejabat definitif.
Kepada Laupa, Adnan menyampaikan selamat sekaligus menitipkan harapan agar amanah tersebut dijalankan dengan integritas, tanggung jawab, komunikasi yang baik, dan kerja tim yang solid.
Dengan dilantiknya kepala kantor definitif, penguatan tata kelola, pelayanan publik, reformasi birokrasi, dan pembangunan Zona Integritas menjadi agenda yang perlu dilanjutkan di lingkungan Kemenag Polewali Mandar. (*)
