PAREPARE – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan pentingnya peran strategis perguruan tinggi keagamaan Islam dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, moderat, dan mampu menjawab tantangan zaman saat melakukan kunjungan singkat ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Selasa (28/7/2026).

Kehadiran Menteri Agama disambut Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd., bersama para wakil rektor, dekan, Direktur Pascasarjana, serta jajaran pimpinan kampus.

Dalam arahannya di hadapan para pimpinan baru, Nasaruddin Umar menekankan bahwa kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak transformasi institusi sekaligus menghadirkan energi baru untuk mendorong kemajuan kampus.

Selain memberikan motivasi kepada jajaran pimpinan, Menteri Agama juga meninjau perkembangan sarana dan prasarana IAIN Parepare. Ia mengapresiasi berbagai fasilitas kampus yang dinilai telah berkembang menjadi lebih representatif dan modern sebagai penunjang proses pembelajaran.

Sejumlah fasilitas yang mendapat perhatian antara lain Gedung Perpustakaan, Gedung Laboratorium Terpadu, Gedung Auditorium, serta Gedung Rektorat. Meski demikian, ia juga memberikan catatan agar bangunan-bangunan lama dapat diperbarui secara bertahap sehingga selaras dengan wajah modern kampus.

Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Menteri Agama terhadap perkembangan kampus yang dipimpinnya.

"Alhamdulillah, kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan serta perhatian Menteri Agama terhadap perkembangan IAIN Parepare. Motivasi yang diberikan menjadi dorongan bagi pimpinan dan seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dalam mewujudkan IAIN Parepare sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, dan berdaya saing," ungkap Prof. Darmawati.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan transformasi kelembagaan di IAIN Parepare menuju perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing di tingkat global. (***)