PINRANG — Kepala KUA Mattiro Bulu H. Alamsyah Sa'ban Miru menghadiri dan turut mendukung Workshop Kurikulum Berbasis Cinta yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Pinrang, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat pendekatan pendidikan yang humanis, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

 Workshop tersebut turut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang H. Muhammad Idris Usman, pimpinan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Pinrang, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam mendorong pengembangan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik secara utuh.

 Pendidikan yang Menyentuh Hati dan Pikiran

 Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu pendekatan yang menempatkan nilai kasih sayang, penghargaan terhadap sesama, kepedulian, dan penghormatan sebagai bagian tak terpisahkan dalam proses pendidikan. Melalui workshop ini, para peserta mendapatkan ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai penerapan nilai-nilai tersebut dalam lingkungan pendidikan, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara lebih positif, inklusif, dan membangun.

 Kepala KUA Mattiro Bulu H. Alamsyah Sa'ban Miru menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena pendidikan karakter yang kuat membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk lembaga KUA, lembaga pendidikan keagamaan, dan unsur pemerintah. Kerja sama lintas lembaga dinilai menjadi kunci agar nilai-nilai luhur dapat tertanam dengan baik pada generasi penerus.

 Menuju Generasi yang Cerdas dan Berhati

 Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan berorientasi pada pembentukan generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

 Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang mendapat dukungan penuh dari KUA Mattiro Bulu, Kemenag Pinrang, dan berbagai unsur terkait, lembaga-lembaga pendidikan di Pinrang diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, empati yang mendalam, serta mampu berkontribusi membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

 (Sumber: Rilis KUA Mattiro Bulu Pinrang, Rabu 19 Agustus 2026)