MAJENE – Kepulan asap dan kobaran api membakar lahan/kebun nonproduktif di Dusun Kasambi, Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Kamis (1/10/2026). Kondisi angin yang cukup kencang membuat api berpotensi cepat merambat ke area lainnya.

Mendapat informasi dari masyarakat terkait kebakaran tersebut, personel Polsek Malunda Polres Majene bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan sekaligus mencegah api meluas.

Setibanya di lokasi, personel kepolisian bersama masyarakat langsung berjibaku memadamkan kobaran api dengan menggunakan peralatan seadanya. Upaya tersebut dilakukan secara bersama-sama mengingat kondisi cuaca yang disertai angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.

Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik Rustam (60), warga Dusun Kasambi, Desa Sulai, serta Asriadi (50), warga Kelurahan Malunda, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±2 hektare.

Setelah dilakukan upaya pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 14.30 WITA. Hingga proses penanganan selesai, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar lokasi dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali.

Kapolsek Malunda Iptu Antonius B. mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja, terutama pada kondisi cuaca panas dan angin kencang.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, karena api dapat dengan mudah menyebar apabila kondisi angin cukup kencang. Jika tidak segera diantisipasi, kebakaran dapat merambat hingga mendekati permukiman warga dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” ujar Iptu Antonius.

Ia menambahkan, kepolisian akan terus meningkatkan pemantauan terhadap potensi kebakaran lahan, sekaligus mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Sementara itu, penyebab kebakaran hingga saat ini masih belum diketahui dan masih dalam pemantauan pihak kepolisian. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (*)