PAREPARE — Upaya menjaga kondusivitas Kota Parepare tidak hanya dilakukan melalui patroli di lapangan. Polres Parepare juga memperkuat pencegahan di ruang sosial dan digital dengan menginstruksikan personel aktif menyosialisasikan bahaya berita hoaks, isu SARA, dan ujaran kebencian kepada masyarakat.
Instruksi tersebut disampaikan Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan kepada seluruh personel jajaran Polres Parepare.
Personel diminta turun langsung memberikan pemahaman kepada warga di berbagai ruang publik, termasuk lingkungan masyarakat dan tempat-tempat ibadah.
Menurut Kapolres, sosialisasi tersebut penting untuk membentengi masyarakat dari paparan informasi yang belum tentu kebenarannya. Informasi yang tidak benar atau provokatif dinilai berpotensi memicu gesekan sosial hingga memecah belah keutuhan bangsa.
“Para personel agar turun langsung memberikan pemahaman kepada warga di berbagai ruang publik, termasuk di lingkungan masyarakat hingga tempat-tempat ibadah. Sosialisasi ini penting dilakukan guna membentengi masyarakat dari paparan informasi yang belum tentu kebenarannya, yang berpotensi menjadi berita bohong (hoaks), memicu gesekan sosial, hingga memecah belah keutuhan bangsa,” tegasnya.
Edukasi Warga Jadi Bagian Pencegahan
Selain meminta personel aktif melakukan sosialisasi, Kapolres Parepare juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi provokatif yang beredar, khususnya melalui media sosial.
Masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Kapolres mengingatkan bahwa aktivitas masyarakat di ruang digital juga memiliki aturan hukum melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Ia mengajak seluruh warga Kota Parepare bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menggunakan media sosial secara bijak.
“ Mari sama-sama kita lawan dan jaga keutuhan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk menciptakan suasana Kamtibmas yang aman dan kondusif. Di mana saat ini sudah ada UU ITE yang mengatur dalam bermedia sosial, maka dari itu mari gunakan medsos secara bijak dan mari sama-sama kita hindari berita hoaks, isu SARA, dan ujaran kebencian,” ujarnya.
Melalui sosialisasi tersebut, Polres Parepare mendorong masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima informasi sekaligus menghindari penyebaran konten yang dapat memicu konflik dan perpecahan. (*)
