PINRANG  WartaMadani – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang H. Muhammad Idris Usman mengingatkan pentingnya pendidikan akhlak dan keteladanan orang tua dalam membentuk karakter anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan saat membawakan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW di MIN Pinrang, Jalan Poros Barugae–Jampue, Desa Mallongi-longi, Kecamatan Lanrisang, Senin (19/10/2026).

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW untuk Mewujudkan Generasi Madrasah yang Beriman, Berilmu, dan Berakhlak Mulia”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar MIN Pinrang bersama sejumlah unsur pemerintah dan tokoh masyarakat.

Dalam hikmahnya, Muhammad Idris Usman mengajak orang tua tidak hanya memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan anak, tetapi juga memastikan tumbuhnya akhlak, adab, dan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Mappatabe dan Keteladanan dalam Keluarga

Salah satu nilai yang disoroti adalah budaya mappatabe, tradisi meminta izin atau permisi ketika melewati orang yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan.

Menurut Muhammad Idris Usman, budaya tabe merupakan bagian dari pangngadereng, yakni tata nilai dan etika dalam kehidupan masyarakat Bugis. Nilai tersebut perlu terus diperkenalkan, diajarkan, dan dipraktikkan oleh generasi muda.

“Budaya tabe ini penting sebagai bagian dari pangngadereng, yakni tata nilai dan etika dalam kehidupan masyarakat Bugis. Nilai-nilai ini harus terus diajarkan dan dipraktikkan oleh anak-anak kita,” tuturnya.

Ia menegaskan pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui nasihat. Anak-anak membutuhkan keteladanan nyata dari orang tua melalui sikap santun, rendah hati, menghormati sesama, dan kebiasaan baik yang mereka lihat setiap hari.

Di tengah perkembangan teknologi informasi, orang tua juga dituntut menyesuaikan pola pengasuhan agar tetap mampu mendampingi perkembangan anak.

Muhammad Idris Usman mengingatkan pentingnya membangun kedekatan emosional melalui kasih sayang, doa, dan sentuhan sederhana dalam keluarga.

“Sentuh ubun-ubun anak kita dan bacakan doa, Rabbī hab lī minaṣ-ṣāliḥīn. Biasakan pula mengelus kepala, mencium kening, mencium pipi kanan dan kiri, serta mencium punggung tangan anak kita. Hal-hal sederhana ini menjadi bagian dari kasih sayang dan pendidikan karakter dalam keluarga,” ungkapnya.

Pendidikan Agama di Tengah Perkembangan Zaman

Kakan Kemenag Pinrang juga mengingatkan agar anak-anak dibimbing memiliki sikap tawadhu, menghormati orang tua, santun kepada guru, dan mampu menempatkan diri di tengah masyarakat.

Apresiasi terhadap pelaksanaan Maulid disampaikan Sekretaris Camat Lanrisang Firman Sahuddin yang hadir mewakili pemerintah kecamatan. Menurutnya, kegiatan keagamaan di lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam memperkuat karakter peserta didik sekaligus membangun sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Lanrisang, kami menyampaikan apresiasi kepada MIN Pinrang atas pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini. Sinergitas antara pemerintah kecamatan dan lingkungan pendidikan menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Ia juga menilai perkembangan ilmu pengetahuan perlu diimbangi dengan pendidikan agama agar anak-anak tumbuh tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepribadian dan perilaku yang baik.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Pinrang H. Muhammad Taiyeb turut menyerahkan bantuan pendidikan kepada lima murid MIN Pinrang. Bantuan itu menjadi bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan peserta didik yang membutuhkan.

Kepala MIN Pinrang Abd. Rauf menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan Maulid. Ia juga mengapresiasi partisipasi orang tua murid yang ikut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Maulid Nabi Muhammad SAW di MIN Pinrang diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi madrasah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta tetap menjunjung nilai luhur budaya Bugis. (***)