PINRANG, WartaMadani — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, H. Muhammad Idris Usman, mengajak peserta didik MTsS DDI Pekkabata meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan saat H. Muhammad Idris Usman membawakan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan keluarga besar MTsS DDI Pekkabata. Rabu (14/10/2026)

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri kepala madrasah, tenaga pendidik, serta peserta didik MTsS DDI Pekkabata.

Dalam tausiyahnya, Kakan Kemenag Pinrang menekankan pentingnya menanamkan akhlakul karimah sejak dini. Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui semangat menuntut ilmu, menghormati guru, serta menjaga adab di lingkungan madrasah.

“Peringatan Maulid Nabi adalah momen penting untuk meneguhkan kembali komitmen kita dalam mencontoh teladan Nabi Muhammad SAW. Generasi madrasah harus unggul tidak hanya dalam ilmu agama dan umum, tetapi juga menjadi contoh terbaik dalam hal adab dan karakter,” pesan Kakan Kemenag.

Adab Menjadi Bagian dari Pendidikan Madrasah

Pesan tersebut menempatkan peringatan Maulid bukan hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai momentum pendidikan karakter bagi peserta didik.

Menurut H. Muhammad Idris Usman, keunggulan generasi madrasah tidak cukup diukur dari kemampuan akademik. Sikap, akhlak, dan penghormatan kepada guru juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berkualitas.

Lingkungan madrasah dinilai memiliki peran penting dalam membiasakan nilai-nilai tersebut melalui proses pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari.

Menuntut Ilmu dan Menjaga Akhlak

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, peserta didik diharapkan semakin bersemangat menuntut ilmu sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Keteladanan Rasulullah dapat diterapkan melalui sikap santun, menghormati guru, menjaga hubungan dengan sesama, serta membiasakan perilaku yang mencerminkan akhlakul karimah.

Keluarga besar MTsS DDI Pekkabata diharapkan terus menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik, sehingga ilmu yang diperoleh di madrasah berjalan seiring dengan pembentukan akhlak. (*)