PINRANG  --- Kembali ke tanah kelahiran setelah menuntaskan amanah sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidrap menjadi pengalaman yang sarat makna bagi Muhammad Idris Usman. Sejak 1 November 2025, ia mendapat amanah sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, daerah tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.

Sebelumnya, Idris Usman bertugas di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang selama 2021–2025. Kepindahan ke Pinrang baginya bukan sekadar perpindahan tempat tugas, tetapi sebuah kepulangan ke tanah yang menyimpan begitu banyak kenangan.

Di Punnia, Desa Marannu, Kecamatan Mattiro Bulu, Pinrang, ia pertama kali mengenal kehidupan. Di tempat itu pula ia merasakan kehangatan keluarga dan menjalani masa awal kehidupannya.

Karena itu, ketika kembali mengemban amanah di Kabupaten Pinrang, perjalanan tersebut memiliki makna personal yang jauh lebih dalam.

“Bagi saya, melangkah ke Kabupaten Pinrang bukan sekadar menjalankan tugas dinas dan melanjutkan pengabdian, melainkan sebuah kepulangan yang sarat akan makna mendalam,” tulis Muhammad Idris Usman dalam refleksinya, Minggu (30 Agustus 2026).

Ia menggambarkan Bumi Lasinrang sebagai tanah yang setiap sudutnya menyimpan kenangan dan ikatan batin yang tidak mudah hilang.

Amanah untuk Merajut Umat, Ulama, dan Umara

Kepulangan tersebut kemudian dimaknai sebagai amanah untuk memberikan pengabdian terbaik. Bagi Idris, jabatan yang diembannya bukan sekadar posisi administratif, melainkan kesempatan untuk berkhidmat kepada masyarakat di tanah kelahirannya.

Ia ingin menjadikan tugas tersebut sebagai wasilah untuk merajut keharmonisan antara umat, ulama, dan umara.

Untuk mewujudkan hal itu, Idris menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Kementerian Agama Kabupaten Pinrang dengan Pemerintah Kabupaten Pinrang beserta seluruh pemangku kepentingan.

Bersama jajaran Kemenag Pinrang, ia menyatakan kesiapan untuk mendukung visi, misi, serta program pemerintah daerah, terutama dalam penguatan nilai-nilai keagamaan dan kemajuan kehidupan beragama di Kabupaten Pinrang.

Baginya, keberhasilan pengabdian tidak dapat dibangun seorang diri. Kerja bersama seluruh unsur menjadi fondasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Keluarga Besar Kemenag Pinrang

Idris juga memandang seluruh ASN dan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Pinrang sebagai bagian dari keluarganya sendiri.

Ia menekankan pentingnya menghilangkan sekat dalam bekerja dan menempatkan setiap orang sesuai peran serta tanggung jawabnya.

“Rumah besar Kemenag Pinrang ini hanya akan berdiri kokoh jika kita saling menopang dan berjalan berdampingan,” tulisnya.

Pandangan tersebut menjadi bagian dari cara Idris memaknai kepemimpinan. Baginya, setiap unsur dalam organisasi memiliki peranan yang penting dan saling melengkapi dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

Melayani dengan Hati

Dalam menjalankan tugas, Idris mengaku memegang prinsip bekerja dengan hati, dilandasi keikhlasan dan ketulusan.

Prinsip tersebut ia kaitkan dengan pesan Rasulullah SAW yang menjadi pegangan dalam memberikan pelayanan: 

“Gembirakanlah, jangan membuat takut; permudahlah, jangan mempersulit.”

Pesan itu menjadi pengingat agar pelayanan keagamaan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga menghadirkan ketenangan dan kemudahan bagi masyarakat.

Kini, kepulangannya ke Pinrang menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdian Muhammad Idris Usman. Tanah yang dahulu menjadi tempat ia memulai kehidupan, kini menjadi ruang baginya untuk kembali memberikan manfaat.

Ia berharap pengabdian tersebut dapat menjadi ladang ibadah sekaligus menghadirkan ketenangan, kedamaian, dan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Pinrang.

Pinrang bukan sekadar tempat kembali. Bagi Muhammad Idris Usman, Bumi Lasinrang adalah tanah kelahiran sekaligus ruang untuk melanjutkan pengabdian dengan hati. (*)