MAMUJU, WartaMadani — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat terus menggenjot layanan Inseminasi Buatan (IB) untuk meningkatkan populasi dan produktivitas ternak.

Berdasarkan data progres per 23 September 2026, Sulawesi Barat telah merealisasikan 3.072 layanan IB dari target 5.000 layanan atau mencapai 61,44 persen. Capaian tersebut menempatkan Sulbar pada posisi kedua dalam daftar 20 provinsi yang ditampilkan secara nasional, setelah Provinsi Riau.

Dengan capaian tersebut, masih terdapat 1.928 layanan IB yang harus direalisasikan untuk memenuhi target 5.000 layanan pada 2026. Dinas TPHP terus mendorong pelayanan di lapangan sekaligus meningkatkan keterlibatan peternak.

Kepala Bidang Peternakan Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat, Nur Kadar, mengatakan peningkatan pelayanan IB terus dilakukan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

“Kami terus mendorong peningkatan pelayanan IB agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai. Kami mengimbau peternak untuk segera menghubungi inseminator ketika ternaknya menunjukkan tanda-tanda birahi agar pelayanan dapat dilakukan pada waktu yang tepat dan peluang keberhasilan kebuntingan semakin besar,” kata Nur Kadar, Senin (12/10/2026).

Sulbar Kejar Sisa Target IB

Inseminasi Buatan merupakan teknologi reproduksi ternak dengan memasukkan semen atau sperma pejantan unggul ke dalam saluran reproduksi ternak betina menggunakan teknik dan peralatan khusus, tanpa melalui perkawinan alami.

Teknologi tersebut bertujuan meningkatkan mutu genetik ternak, memperluas pemanfaatan pejantan unggul, serta mendukung peningkatan populasi dan produktivitas ternak.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, menyampaikan bahwa optimalisasi reproduksi ternak merupakan bagian penting dalam memperkuat sektor peternakan dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kemandirian pangan.

“Kami ingin kegiatan optimalisasi reproduksi memberikan manfaat nyata bagi peternak. Peningkatan populasi dan produktivitas ternak diharapkan dapat memperkuat usaha peternakan rakyat, meningkatkan pendapatan peternak, serta mendukung ketersediaan pangan asal hewan di Sulawesi Barat,” ujarnya.

Peran Peternak dan Petugas Lapangan

Dalam pelaksanaannya, pelayanan IB dilakukan oleh inseminator dan petugas teknis sesuai wilayah kerja masing-masing. Peternak diharapkan aktif berkoordinasi dengan petugas ketika ternak betina menunjukkan tanda-tanda birahi agar inseminasi dapat dilakukan pada waktu yang tepat.

Keberhasilan IB juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan induk, kualitas semen, keterampilan inseminator, serta pemantauan kebuntingan setelah pelayanan. Pemenuhan kebutuhan pakan, ketersediaan air minum, pemeliharaan kesehatan ternak, dan kebersihan kandang turut menjadi perhatian.

Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong koordinasi dengan petugas lapangan dan meningkatkan keterlibatan peternak dalam mempercepat realisasi layanan IB.

Melalui upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap target 5.000 layanan IB pada 2026 dapat tercapai sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan populasi ternak, penguatan ketahanan pangan, dan kesejahteraan peternak secara berkelanjutan. (*)