Banten — Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam mitigasi dan penanganan bencana dengan menghadiri kegiatan Forum Kalaksa Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Provinsi Banten selama tiga hari, mulai 13 - 15 Oktober 2026.
Kehadiran Bupati Andi Rahim di tengah-tengah seluruh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Indonesia ini mendapat sorotan tersendiri dari BNPB. Pasalnya, Andi Rahim menjadi salah satu kepala daerah di Indonesia yang hadir langsung dalam forum tersebut.
Komitmen kuatnya dalam menekan risiko bencana di Luwu Utara mendapat apresiasi langsung dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia.
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menilai bahwa Bupati Andi Rahim memiliki keseriusan dan perhatian yang sangat tinggi, khususnya dalam upaya penanganan dan mitigasi bencana banjir di Luwu Utara yang diketahui kerap terdampak banjir hampir setiap tahunnya.
Forum ini juga diisi dengan berbagai sesi berbagi pengalaman atau sharing session yang sangat komprehensif terkait dengan pengurangan risiko bencana, yang mencakup fase pra-bencana, saat bencana, hingga pasca-bencana, dengan tujuan agar dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin.
Menanggapi apresiasi yang diberikan Kepala BNPB, Bupati Andi Abdullah Rahim menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan sekadar urusan penanganan darurat semata, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk keselamatan masyarakat.
“Penanganan bencana adalah tanggung jawab bersama yang menuntut kesiapan dan kolaborasi lintas sektor. Apresiasi ini tentu menjadi motivasi yang besar bagi kami di Luwu Utara untuk terus memperkuat sistem mitigasi, baik dari segi infrastruktur pengendali banjirnya, upaya peningkatan kesadaran masyarakat, maupun kesiapsiagaan aparatur di lapangan,” ujar Andi Rahim.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa wilayah di Luwu Utara acapkali diuji dengan ancaman banjir. “Melalui forum nasional ini, kami berkomitmen untuk bisa mengadopsi langkah-langkah strategis serta mempererat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah lain agar masyarakat Luwu Utara makin terlindungi dari risiko bencana,” tambahnya.
Senada Bupati, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Luwu Utara, Agunawan, yang turut mendampingi Bupati menyampaikan bahwa pihaknya siap menerjemahkan arahan dan hasil dari forum nasional ini ke dalam aksi nyata di daerah.
“Kehadiran Bapak Bupati secara langsung di forum ini membuktikan bahwa beliau menempatkan isu pengurangan risiko bencana sebagai prioritas utama, dan kami akan terus mengoptimalkan koordinasi, memperkuat edukasi mitigasi kepada masyarakat, serta memastikan langkah-langkah kesiapsiagaan pra-bencana berjalan optimal di lapangan,” tandasnya. (LHr)
