POLMAN – Dua rumah warga di Dusun Lapeo Kenje, Desa Kenje, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, terbakar pada Senin malam (17/8/2026). Satu rumah ludes terbakar, sementara rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Informasi kebakaran diterima personel Polsek Campalagian sekitar pukul 21.45 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Campalagian IPTU H. Arifuddin bersama personel langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran.
Kapolsek didampingi Ps. Kanit Intel Polsek Campalagian AIPTU Sirajuddin, Ps. Kanit Reskrim AIPDA Sapriadi, personel piket, serta Bhabinkamtibmas.
Rumah yang terbakar habis diketahui milik Muhammad Fajar (36). Sejumlah barang milik korban turut hangus, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Supra, satu unit sprayer, dua kursi kayu ukir, satu televisi Toshiba, delapan lemari kayu, sejumlah berkas dan dokumen, serta uang tunai sekitar Rp5 juta.
Kerugian akibat kebakaran rumah Muhammad Fajar diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Sementara rumah milik Nurlina (52) yang berada di sekitar lokasi mengalami kerusakan ringan pada bagian plafon WC, plafon gudang/kamar, dan kosen jendela. Kerugian diperkirakan sekitar Rp3 juta.
Dengan demikian, total kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp103 juta.
Diduga Berawal dari Sisa Pembakaran Ranting
Berdasarkan keterangan awal korban dan saksi, kebakaran diduga bermula dari sisa pembakaran ranting di bagian belakang rumah korban.
Sekitar pukul 18.00 WITA, Muhammad Fajar bersama iparnya, Nasrullah, membakar sisa ranting yang sebelumnya digunakan sebagai bahan makanan atau pakan kambing.
Sekitar pukul 19.30 WITA, korban mengaku telah menyiram sisa ranting tersebut sebelum meninggalkan lokasi bersama iparnya menuju Desa Suruang untuk berkunjung ke rumah mertuanya.
Namun sekitar pukul 21.30 WITA, seorang saksi yang berada sekitar 15 meter dari rumah korban melihat kobaran api dari arah rumah.
Saat mendekati lokasi, saksi melihat api berasal dari bagian belakang rumah atau area dapur. Saksi bersama warga kemudian berupaya melakukan pertolongan dan mencegah api merambat ke bangunan lainnya.
Korban baru mengetahui rumahnya terbakar sekitar pukul 22.00 WITA setelah mendapat informasi melalui media sosial Facebook dan kemudian langsung menuju lokasi.
Enam Unit Damkar Dikerahkan
Petugas pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 22.00 WITA dengan satu unit mobil Damkar Kecamatan Campalagian. Proses pemadaman sempat terkendala kondisi angin yang cukup kencang.
Sekitar pukul 22.30 WITA, empat unit mobil Damkar tambahan tiba untuk membantu proses pemadaman. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.10 WITA.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, total enam unit kendaraan pemadam dikerahkan dari sejumlah wilayah.
Selain rumah, kandang kambing milik korban juga berada di sekitar lokasi. Dari 10 ekor kambing yang berada di kandang tersebut, satu ekor hingga kini belum ditemukan.
Polisi Pasang Police Line
Pascakejadian, personel Polsek Campalagian bersama Bhabinkamtibmas memberikan imbauan kepada korban dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari aktivitas pembakaran.
Warga diminta memastikan sisa pembakaran benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi serta menghindari aktivitas pembakaran di sekitar rumah, kandang, gudang, maupun bangunan yang mudah terbakar.
Lokasi kejadian juga telah dipasangi police line oleh personel Identifikasi Satreskrim Polres Polewali Mandar untuk kepentingan penyelidikan.
Dari keterangan awal, polisi menduga kebakaran dipicu sisa pembakaran ranting yang berada di antara rumah dan kandang kambing. Jarak keduanya diperkirakan sekitar dua meter.
Saat kejadian, angin bertiup cukup kencang ke arah timur atau menuju rumah sehingga api diduga cepat membesar dan merambat ke bangunan.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan kepolisian. (*)
