Luwu Timur – Peringatan Tahun Baru Hijriah 1448 H di Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali kejayaan Islam.
Dalam acara Tabligh Akbar yang diinisiasi oleh Yayasan Pembina Rohani Islam (YPRI) Komisariat Wasuponda, Ustaz Suparman Mannuhung, S.Pd.I., M.Pd.I., M.H., menekankan bahwa esensi hijrah modern adalah transformasi intelektual dan spiritual.
Acara yang berlangsung khidmat di Masjid Nurul Hijriyah pada Kamis (25/6/2026) ini mengusung tema "Menebar Maslahat, Menguatkan Umat". Agenda religius ini sukses memikat antusiasme tokoh agama, jajaran pemerintah, pengurus YPRI, hingga ratusan warga Wasuponda.
Dalam tausiyahnya yang bertajuk "Hijrah: Momentum untuk Membangun Kembali Peradaban Islam", akademisi Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo ini meluruskan konsep hijrah agar tidak dipahami secara sempit.
Menurutnya, peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah merupakan strategi besar dalam meletakkan batu pertama peradaban yang berkeadilan, unggul secara ilmu, dan kokoh dalam tauhid.
“Hijrah harus dimaknai sebagai perubahan menuju keadaan yang lebih baik. Umat Islam hari ini perlu berhijrah dari kebodohan menuju ilmu pengetahuan, dari perpecahan menuju persatuan, dari kemalasan menuju produktivitas, serta dari kemaksiatan menuju ketaatan,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menggarisbawahi dua pilar utama dalam membangun kembali kejayaan umat, yaitu penguatan pendidikan bagi generasi muda yang wajib didorong dalam rangka menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa menanggalkan akhlakul karimah.
Pilar kedua adalah solidaritas sosial (ukhuwah). Di mana peradaban yang kuat tidak akan tercipta tanpa adanya rasa saling mendukung dan keadilan sosial di tengah masyarakat.
Merespons pesan mendalam dari dosen Unanda tersebut, Ketua YPRI Komisariat Wasuponda, Rahim, S.Pd.I., menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi yang tinggi atas kehadiran Ustaz Suparman.
Rahim berharap materi yang disampaikan tidak sekadar menjadi konsumsi lisan, melainkan penggerak perubahan di Luwu Timur. “Kami harap semangat hijrah ini bertransformasi menjadi energi yang positif,” harap Rahim.
“Target kita adalah melahirkan masyarakat Wasuponda yang tidak hanya religius dan berilmu, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam membangun peradaban Islam yang rahmatan lil 'alamin,” pungkasnya. (***)
