PALOPO — Aksi demonstrasi sekelompok mahasiswa di depan kantor Perusahaan Umum Air Minum Daerah Tirta Mangkaluku (Perumda-TM) Palopo, Senin (2/11/2026), berdampak pada akses layanan mobil tangki yang memasok air ke pemukiman warga.

Aksi yang disertai pembakaran ban tersebut berlangsung di akses masuk kantor Perumda-TM. Kerumunan massa membuat jalan menuju lokasi pengisian mobil tangki tertutup sehingga pengiriman air kepada warga terpaksa dihentikan.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari warga yang membutuhkan pasokan air, terlebih Kota Palopo tengah menghadapi musim kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih.

Menurut keterangan yang diterima, Perumda-TM selama kondisi tersebut mengerahkan empat mobil tangki. Selain itu, empat mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran turut digunakan untuk membantu menyuplai air ke sejumlah pemukiman penduduk.

Akses Mobil Tangki Terhalang Aksi Demonstrasi

Nirwan, warga Kecamatan Wara Timur, menyesalkan tertutupnya akses kantor Perumda-TM akibat aksi demonstrasi. Ia menilai penyampaian aspirasi seharusnya tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat terhadap layanan dasar.

“Silakan demo, tapi jangan menghalangi PERUMDA-TM dalam melayani kebutuhan air masyarakat, kita sangat butuh pasokan air, tapi pendemo halangi akses jalan mobil tangki yang akan memuat kebutuhan air untuk masyarakat,” ujar Nirwan.

Menurut dia, distribusi air menggunakan mobil tangki menjadi penting bagi warga di tengah kondisi pasokan air yang terbatas.

Aksi demonstrasi tersebut juga terlihat diwarnai pembakaran ban di badan jalan depan kantor Perumda-TM. Massa membawa spanduk berisi tuntutan terkait persoalan pelayanan dan pengelolaan air.

Pelayanan Air Menjadi Perhatian Warga

Persoalan distribusi air bersih memang sebelumnya menjadi sorotan di Kota Palopo. Perumda-TM pada Oktober 2026 telah menerapkan penggiliran distribusi di sejumlah wilayah akibat penurunan debit air baku selama musim kemarau.

Di tengah kondisi tersebut, gangguan akses terhadap mobil tangki menjadi persoalan tersendiri bagi warga yang mengandalkan pasokan air melalui layanan tersebut.

Karena itu, warga berharap penyampaian aspirasi tetap dapat berlangsung tanpa menghambat pelayanan dasar kepada masyarakat. (MSK)