PAREPARE – Kantor Bea Cukai Parepare berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp3,567 miliar melalui pelaksanaan Operasi Amankan Sumber Asal Penerimaan (ASAP) 2026. Capaian tersebut diperoleh dari serangkaian penindakan terhadap barang kena cukai ilegal hingga operasi terakhir yang digelar pada Juli 2026
.Operasi ASAP merupakan bagian dari pengawasan nasional yang bertujuan menekan peredaran barang kena cukai ilegal sekaligus mengamankan penerimaan negara dari sektor cukai.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Bea Cukai Parepare, M. Daud, mengatakan penindakan terbesar berasal dari barang kena cukai hasil tembakau berupa rokok ilegal.
Sepanjang 2026, Bea Cukai Parepare berhasil mengamankan 3.609.420 batang rokok ilegal dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp5,447 miliar. Dari jumlah tersebut, potensi kerugian negara yang berhasil dicegah diperkirakan mencapai Rp3,551 miliar.
Selain rokok ilegal, petugas juga menindak 645,60 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dengan perkiraan nilai barang Rp16,14 juta dan potensi kerugian negara sekitar Rp12,91 juta.
Penindakan juga dilakukan terhadap 5,10 liter rokok elektrik (REL/vape) dengan nilai barang sekitar Rp7 juta serta potensi kerugian negara sekitar Rp4 juta.
Secara keseluruhan, nilai barang hasil penindakan diperkirakan mencapai Rp5,470 miliar, sedangkan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp3,567 miliar.
M. Daud menegaskan, Operasi ASAP tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar tidak memperjualbelikan barang kena cukai ilegal.
Selain itu, Bea Cukai Parepare terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum melalui operasi pasar serta kegiatan sosialisasi guna menekan peredaran rokok ilegal di wilayah pengawasannya. (***)
