Luwu Utara — Arung Keluarga Langkana’E Kedatuan Luwu menggelar rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Baruga Datuk Pattimang sekaligus berziarah ke Kompleks Makam Dato’ Sulaiman, Desa Patimang, Kecamatan Malangke, Ahad (13/9/2026).
Kegiatan bertajuk Arung Keluarga LangkanaE Kedatuan Luwu Putaran IV Tahap II ini bukan sekadar agenda adat setempat, tetapi juga sebagai sebuah ruang untuk mempererat silaturahmi, serta meneguhkan kembali kecintaan kepada nilai-nilai religius dan adat istiadat leluhur.
Desa Pattimang dipilih bukan tanpa alasan. Tanah historis ini menyimpan jejak peradaban Islam dan kepemimpinan masa lalu yang menjadi fondasi kuat identitas masyarakat Tana Luwu.
Kehadiran Datu Luwu, Yang Mulia (YM) La Maradang Mackulau Opu To Bau, bersama Permaisuri, Cenning Luwu, serta jajaran Dewan Adat 12, memberikan energi batin tersendiri bagi masyarakat di lokasi kegiatan.
Turut mendampingi dalam rombongan penuh khidmat tersebut, Anggota DPRD Luwu Utara, Andi Abriani, jajaran Pemerintah Kecamatan Malangke, Pemerintah Desa Pattimang, serta para tokoh adat setempat.
Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan betapa kuatnya sinergi antara pemangku adat, legislatif, dan pemerintah dalam menjaga kelestarian warisan leluhur.
Di sela-sela acara, Andi Abriani yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Arung Langkana’E Kedatuan Luwu mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian acara.
“Alhamdulillah, beberapa rangkaian acara telah terlaksana dengan baik, di antaranya ziarah ke Makam Dato' Sulaiman, kemudian berlanjut ke makam Raja ke-15 Luwu, Andi Pattiware'," ujar Andi Abriani penuh antusias.
Ziarah kemudian berlanjut ke makam Raja Luwu ke-15, Andi Pattiware', yang juga sarat dengan penghormatan. Para pemangku adat dan keluarga besar memanjatkan doa bersama, mengenang keteladanan kepemimpinan masa silam yang sarat akan kearifan lokal dan semangat keislaman.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa modernitas tidak serta-merta mengikis akar budaya. Melalui langkah nyata Arung Keluarga LangkanaE, nilai-nilai luhur seperti Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge terus dihidupkan dari generasi ke generasi, merajut harmoni antara agama, adat, dan kebangsaan di Tana Luwu. (LHr)
