Menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak membatasi ruang bagi Alisman untuk menebar manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Di tengah kesibukannya sebagai Kabid Persandian Diskominfo-SP Luwu Utara, rupanya ia melakoni peran unik yang amat mulia, yaitu menjadi penyambung lidah sekaligus jembatan rezeki bagi para peternak telur lokal.

Langkah ini bermula dari kejeliannya melihat siklus musim panen padi di Kabupaten Luwu Utara. Pada momen itu, produksi telur bebek dan ayam biasanya melimpah ruah karena para peternak menggembalakan itiknya di area persawahan. 

Sayangnya, kepungan hasil panen yang melimpah itu acapkali membuat peternak lokal maupun peternak dari luar daerah kebingungan mencari pembeli, hingga terancam merugi akibat harga yang mendadak anjlok di bawah biaya produksi.

Melihat kondisi tersebut, Alisman tak tinggal diam. Tanpa canggung, ia mengambil inisiatif untuk membantu memasarkan produk-produk segar langsung dari kandang peternak, mulai dari telur bebek, telur ayam, hingga membantu menjual ayam afkir saat para peternak butuh bantuan. 

Aksi menarik nan unik yang dilakukan oleh Alisman ini bukan sekadar aktivitas jual-beli biasa. Berbekal pemahamannya di bidang komunikasi dan informasi, ia menerapkan strategi pemasaran modern yang adaptif dan berdampak langsung pada perekonomian warga. 

Beberapa strategi pemasaran ia lakukan. Di antaranya pemasaran digital berbasis komunitas. Di mana ia memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan singkat WhatsApp untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke luar wilayah peternakan Luwu Utara.

Ia juga melakukan optimalisasi jaringan perangkat daerah. Di mana Alisman mempromosikan dan menjual telur-telur segar tersebut ke rekan sesama ASN di lingkungan kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Luwu Utara, sehingga menciptakan pasar internal yang stabil. 

Tak hanya menjual, Alisman juga mendampingi peternak memperbaiki metode pengemasan agar tampilan produk lebih menarik dan meminimalisasi risiko telur pecah saat proses pengiriman dilakukan. Maka dari itu, ia melakukan layanan antar langsung. 

“Layanan antar langsung ini pastinya memudahkan konsumen mendapatkan telur segar dengan mengantarkannya langsung ke rumah masing-masing secara cepat, tepat, serta pasti hemat biaya. Sehingga berdampak nyata pada kesejahteraan peternak dan mampu menekan inflasi,” jelasnya.

Inisiatif ini terbukti memberikan manfaat ganda, baik bagi sisi produsen maupun konsumen. Bagi peternak lokal seperti Pandi (peternak itik) dan Yusuf (peternak ayam), kehadiran pria berbadan tambun ini menjadi penyelamat di masa-masa yang serba sulit. 

Menurut mereka, telur yang cepat terserap oleh pasar pastinya akan mencegah terjadinya risiko pembusukan, sehingga peternak mendapatkan harga jual yang adil, stabil, dan menguntungkan.

Penjualan yang lancar ini membuat dapur peternak kecil tetap mengepul dan memberi mereka semangat baru untuk terus mengembangkan usahanya. Di sisi lain, dari kacamata daerah, aksi Alisman ini turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Telur ayam dan telur bebek merupakan komoditas pangan pokok yang kerap menjadi salah satu penyumbang inflasi daerah.

Dengan rantai distribusi yang lebih pendek dan harga yang tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, maka dipastikan pergerakan inflasi di Kabupaten Luwu Utara dapat dikendalikan.

Kendati aktif membantu peternak, nemun ia tetap menegaskan bahwa kegiatan sambilan ini tidak pernah mengganggu tugas dan fungsinya sebagai ASN.

Pasalnya, aktivitas jual-beli telur ini tidak ia lakukan setiap hari, melainkan hanya saat momen panen tiba.

Melalui dedikasi dan kepeduliannya itu, Alisman membuktikan bahwa seorang abdi negara tidak hanya bertugas di balik meja pelayanan publik, tetapi juga mampu hadir langsung menggerakkan roda ekonomi masyarakat dari level paling bawah. (LHr)