Luwu Utara — Rangkaian kegiatan Jambore On The Air (JOTA) dan Jambore On The Internet (JOTI) yang dilaksanakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Luwu Utara resmi berakhir.

Ajang yang berlangsung meriah sejak Jumat, 16 Oktober 2026, ini resmi ditutup Camat Masamba, Sri Alam, pada Minggu (18/10/2026) di Tribun Lapangan Taman Siswa (Tamsis), Masamba.

Kegiatan yang sukses menyedot antusiasme tinggi dengan melibatkan lebih dari 400 peserta ini meninggalkan kesan mendalam bagi para anggota Pramuka penegak dan pandega. 

Selama tiga hari tiga malam, para peserta tidak hanya belajar tentang teknologi komunikasi amatir dan internet, tetapi juga mempererat ikatan tali persaudaraan dan silaturahmi antarsekolah.

Dalam sambutannya, Sri Alam menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan positif tersebut. Ia berharap seluruh peserta dapat memetik pelajaran berharga yang didapat selama perkemahan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga apa yang kita lakukan selama 3 hari 3 malam di tempat ini ada ilmu yang bermanfaat yang bisa kita bawa pulang. Saya doakan anak-anakku semua yang mengikuti kegiatan ini, insya Allah akan menjadi pemimpin di masa-masa mendatang,” harapnya penuh semangat.

Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini sebagai fondasi utama dalam melahirkan pemimpin bangsa yang berintegritas. 

Menurutnya, karakter yang tangguh tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses yang panjang yang ditempa sejak di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah.

“Apa yang kita lakukan ini adalah sebuah kegiatan positif untuk membangun karakter kita, dalam hal yang positif. Bahwa kalau tidak ada karakter yang kita bangun dari awal, mulai SD, SMP, sampai SMA, mustahil kita bisa menjadi pemimpin yang baik di masa depan,” ujarnya mengingatkan.

Selama 3 hari, para peserta tampak aktif saling berbagi wawasan, bertukar pengalaman seputar pendidikan, serta pemanfaatan teknologi komunikasi untuk memperluas jejaring pertemanan. 

Ketua ORARI Luwu Utara ini menilai momen kebersamaan ini sebagai modal sosial yang sangat berharga bagi generasi muda Luwu Utara. 

Kepada seluruh peserta, ia juga berharap agar menyaring setiap pengalaman yang didapatkan selama kegiatan berlangsung.

“Silakan bawa pulang ilmu yang didapatkan untuk kita tingkatkan lebih baik lagi. Saya berterima kasih dengan kebersamaan adik-adik,” imbuh dia. 
“Semoga apa yang kita lakukan selama kegiatan ada hal-hal positif, silakan dibawa pulang, dan hal-hal negatif jangan dibawa pulang, tetapi buang jauh-jauh,” pesan Sri Alam di hadapan ratusan peserta JOTA-JOTI 2026.

Dengan berakhirnya ajang JOTA-JOTI ini, diharap semangat kebersamaan, literasi digital, dan jiwa kepemimpinan yang telah tertanam selama kegiatan berlangsung dapat terus bertumbuh dan diimplementasikan oleh para peserta di gugus depan masing-masing. (LHr)