Terakhir kali seragam cokelat khas Pramuka ini menghiasi tubuh ini adalah ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. 

40 tahun lebih kemudian, seragam cokelat ini kembali melekat di tubuh. Tak pernah terlintas di benak saya untuk memakai seragam ini.

Apalagi sampai dipercaya duduk sebagai pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Luwu Utara. Namun, hidup memang selalu punya kejutan tersendiri.

Tepat pada 16 Oktober 2026, momentum bersejarah mewarnai lembaran baru perjalanan hidup ini. Saya dilantik sebagai pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Luwu Utara.

Sebuah kehormatan besar dapat dilantik oleh Ketua Mabicab, Bapak Andi Abdullah Rahim, yang disaksikan langsung Ketua Kwarda Sulsel, Bapak Adnan Purichta Ichsan.

Rasanya seperti mimpi di siang bolong. Sempat bertanya-tanya, "Mengapa saya?" Namun, ketika amanah jatuh di pundak, keraguan harus bertransformasi menjadi kesiapan. 

Kepercayaan ini datang tentu dengan sebuah misi khusus, yaitu memperkuat dan mendongkrak kerja-kerja kepramukaan, khususnya melalui poros kehumasan.

Menghidupkan kembali semangat kepanduan di era modern tentu menantang. Namun, di sinilah letak seninya. 

Sebagai penjaga informasi dan penyambung lidah organisasi, tugas kehumasan bukan sekadar memotret kegiatan, tetapi juga merajut cerita, mengelaborasi berita, menyebarkan energi positif, dan membuat gerakan pramuka makin dekat di hati masyarakat.

Dari seragam SD hingga kembali berseragam cokelat di kursi pengurus Kwarcab, saya ucapkan “bismillah”, perjalanan yang terbilang baru ini kini dimulai. 

Saya siap berkontribusi, siap mengabdi, serta siap membawa kehumasan Pramuka Luwu Utara terbang mengangkasa, serta melompat lebih tinggi. Semoga saya betah, dan tidak lelah. (LHr)